Kamis, 31 Desember 2015

Lasma Bonita Tampubolon

Pkl. 15:00 , 30 Desember 2015, Depok
"Bon, dimana? Gue udah nyampe disini, lantai dua nih. Kok lo gaada?", ujarku sambil melihat seseorang yang ku kenal disekitar tempat duduk di tempat makan. "Bon, bonte??" tak ada jawaban.
Lima menit aku mencoba menghubungi dan mengirimkan pesan singkat, namun tidak ada respon. Hingga ada sosok wanita yang menghampiriku.
"Maaf ya, tadi gue ke minimarket dulu, cari air mineral dan sesuatu dulu". Memang temenku ini, tidak jauh berbeda saat aku mengenalnya, saat sekolah menengah pertama,  sekitar 8 tahun yang lalu, "kita duduk dibawah aja, anjir panas banget disini, kita kebawah aja, Zik", bujuknya sampai kita kembali lagi di lantai bawah.
Aku terpana dengan bonita, wanita yang mengajarkan sebuah pengalaman yang baru dan bisa dibilang tidak sama dengan pelajar pada umumnya.
"Disitu kosong ga?", cewe dengan rambut sebahu menyampiriku dengan tas berselempang
"Engga, duduk aja disini", ucapku kesenengan
"Gue dipojok ya. Gue bonita", ujarnya pelan
"Gue zika. Siapa tadi?", pelan jawab ku sambil berjabat tangan.
"Bonita"
Hal itu masih diingat pikiran kita berdua. Kita yang awalnya ga kenal, terus berkenalan, berteman, bersahabat hingga sampai sekarang.
Dari awal pertemuan kita sekelas dan sebangku di kelas VII- 8 dan di akhiri perpisahan sekelas dan sebangku di kelas IX4. Dan itu membuat kita menjadi tak terpisahkan, karena kita selalu bersama. Hampir tiap hari, tiap jam, tiap menit , tiap detik berdua. Dan kita selalu berbuat ke konyolan kekonyolan hingga kita membuat masa smp itu berwarna.
Membuat perkara dengan senior kelas IX5 dengan siswa yang ganteng ganteng banget, dan.. kalau dipikir pikir lucu kenapa bisa mengenal mereka. Bertemu dengan guru yang killer abis, guru bahasa inggris, tuti latifah  yang temen sekelas sering bilang tulep. Mengenal banyak cinta yang menghampiri bonita, dia seorang yang sangat pengalaman dengan masa cinta smp.
Pertemuan ini, sebenarnya pertemuan yang sudah rencanakan sejak dulu, sejak kita sama sama masuk dunia perkuliahan. Namun aku sebenarnya malu sama bonita. Keinginan kita untuk kembali lagi sekolah ditempat yang sama pupus sudah, dua kali mencoba snmptn untuk masuk ke universitas indonesia, tempat semua orang ingin belajar disana.
Tapi dari perbedaan tersebut, kita mempunyai cerita yang indah, yang diingat dan dikenang.

"Gue sayang banget sama elo , bon", dalam hatiku ketika melihat dia tersenyum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar